Berikut ini sebuah kasus kriminal cabul yang coba dilakukan lelaki Fankui pada seorang Amoi Tionghoa. Lelaki Fankui yang memang berpikiran cabul, tidak tahan melihat seorang Amoi muda yang memakai rok bahan tipis, langsung timbul niatan menculik untuk diperkosa. Beruntung Amoi ini sempat kabur melarikan diri dari si pemerkosa Fankui. Mohon direnungkan bagi para Amoi yang masih mau pacaran dengan lelaki Fankui, ketertarikan lelaki Fankui memiliki pasangan wanita Amoi Tionghoa pada dasarnya tidak berlandaskan cinta, hanya berawal dari pikiran cabul lelaki-lelaki Fankui yang terangsang akan kemulusan kulit wanita Amoi dan kemolekan wajah oriental. Kita sebagai wanita Amoi Tionghoa harus tegas berani menolak segala bentuk asimilasi hubungan dengan lelaki Fankui demi kehormatan bangsa ras Tionghoa kita.
MEDAN – PM
Elisa alias Amoy (13) kaget. Sepulangnya dari kedai di Jl. Asrama, Medan Helvetia, Sabtu (6/10) sekitar pukul 21.00, tubuhnya dipukul dari belakang. Meski sakit dan meninggalkan bekas biru, Amoy masih bisa kabur. Dia sendiri sempat melihat pria bertopi juga kabur.
“Aku dipukul dari belakang. Gak tau siapa yang mukul aku. Soalnya aku teriak pas dia pukul, terus dia lari dan aku pun lari,” celoteh Amoy. Takut diapa-apain, Amoy lalu berlari ke rumahnya dan melaporkan kejadian itu ke orangtuanya. Kemarin, hal yang menimpa Amoy dilaporkan ke Polsek Helvetia.
Saat mengadu, Amoy yang masih pelajar SMP itu mengenakan busana yang tipis. Buktinya, gambar Sinchan, bocah nakal karakter komik Jepang yang ada di celana dalamnya, terlihat jelas dari balik rok yang dikenakannya. “Aku gak terima anak ku dipukul makanya aku mengadu,” ungkap Ayah Amoy. Apakah jadi korban pelechan juga? “Tidak tahu saya,” jawab ayah Amoy ketus saat disoal putrinya diduga nyaris diculik juga. Kapolsek Helvetia, AKP Azuar Sh.MH mengaku, “Masih kita periksa dan proses,” ujarnya.
