Banyak remaja
wanita Amoi yang seringakali berusaha mencari perhatian orang sekitar dengan
bersikap “sok eksis” dan “sok gaul”, terlalu membuka diri mau
menerima pertemana dengan siapa saja, bahkan termasuk pertemanan dengan para
Fankui, termasuk para lelaki Fankui. padahal mereka tidak sadar kalau hampir
semua lelaki Fankui itu sering berfantasi tak wajar terhadap wanita Amoi
Tionghoa. Dengan kulit putih
yang mulus, badan seksi, wajah imut, dan rambut modis terawat, tentunya fisik
Amoi Tionghoa ini sering dijadikan fantasi seksual para lelaki Fankui. Maka tak heran jika kita para Amoi berteman dengan lelaki Fankui, seringkali mendapat flirting, godaan, rayuan, atau bullying yang cabul dari mereka. Bahkan tak
jarang banyak Amoi yang mendapat perlakuan fisik tak senonoh dari kenalan
lelaki Fankui, sampai pada kasus kriminal cabul pada Amoi yang berujung pada
pembunuhan untuk menghilangkan jejak. Salah satunya seperti pada kasus kriminal
pembunuhan dengan dugaan pemerkosaan pada Amoi bernama Ellen Carolina ini, yang
ternyata tewas di tangan dua orang Fankui. Semoga kasus ini menyadarkan kita
akan bahaya asimilasi kawin campur dengan lelaki Fankui.
MOJOKERTO (Surabaya Pagi) – Nahas menimpa Ellen Carolina (25), sales
promotion girl (SPG) mobil Daihatsu di PT Asco Prima Mobilindo, Jalan Mastrib
180 Surabaya. Gadis keturunan ini ditemukan tak bernyawa dengan kondisi sangat
mengenaskan di kawasan villa di Trawas Mojokerto, Jumat (30/11). Korban yang
belakangan diketahui mahasiswi Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya kuat
dugaan dibunuh. Di sekujur tubuh korban banyak ditemukan luka lebam serta
hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Kaki korban juga diikat tali rafia.
Sampai semalam, penyebab kematiannya masih simpang-siur antara korban
pembunuhan atau korban tabrakan. Polisi masih melakukan identifikasi dan
melakukan pelacakan.
Dari penelusuran di tempat kejadian perkara (TKP), mayat Ellen
ditemukan oleh Abdul Hadi (45), seorang pencari rumput, sekitar pukul 08.30 WIB
di jalanan paving, Dusun Slepi Desa Ketapan Rame, kemarin. Mayat itu
menggemparkan warga sebelum akhirnya dievakuasi petugas identifikasi Polres
Mojokerto.
Waktu itu warga mengidentifikasi mayat perempuan itu berusia
sekitar 22-25 tahun, etnis Tionghoa, tinggi sekitar 155 cm, perawakan badan
sedang, rambut lusur sebahu, mengenakan seragam Daihatsu warna biru strip merah
dan celana panjang warna abu-abu gelap. Di saku korban terdapat kartu nama
bertuliskan Elen Carolina, karyawati Sales Executive Asco Daihatsu Jl. Mastrip
180 Surabaya dan STNK Daihatsu Pick Up nopol 97665 AN atas nama Zainul Umam
beralamat Jl. Ketapan Proten V/7 RW1/RT 4, kecamatan Semampir, Surabaya.
“Yang menemukan pertama pak Abdul Hadi, saat ditemukan sudah
tak bernyawa lagi, kakinya juga terikat dan masih berpakaian lengkap seragam
biru bercelana panjang abu-abu,” kata Slamet (43), warga desa sekitar,
kemarin.
Menurut keterangan Slamet, mayat itu diduga dibuang dari dalam
mobil. Sebab warga mengetahui mobil tersebut mondar-mandir di kampung setempat
dan berhenti sejenak di lokasi kejadian.
Hal ini dikuatkan dari keterangan Astutik (39), salah seorang
warga setempat. Saat itu, dia melihat mobil putih mondar-mandir di Dusun Slepi
sejak pagi buta. “Yang saya ingat cuma warnanya, tapi itu mobil jenis apa
saya gak ingat lagi,” katanya.
Sedangkan menurut pengakuan anak Astutik, dia melihat mobil itu
sempat berhenti sejenak di jalan paving menuju Padepokan Cahaya Putra sekitar
pukul 08.00 WIB. Setelah itu, mobil tancap gas dan menghilang. “Anak
saya melihat mobil itu bermerk Nissan berwarna putih. Mobil itu berhenti
sejenak di lokasi penemuan mayat perempuan itu. Padahal sebelumnya tak ada
mayat,” ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, Abdul Hadi (42), warga setempat yang juga
pencari rumput, melintas di lokasi itu sangat terkejut saat menjumpai jenazah
Ellen Carolina (25) ini ditemukan tewas dengan keadaan kaki terikat. “Saya
tak tahu apakah mobil itu membuang mayat atau tidak. Yang pasti mobil berhenti
sejenak. Tapi, jika mobil itu larinya ke atas, bisa ke Prigen Pasuruan dan ke
Trawas Mojokerto,” ujarnya.
Dari penelusuran akun facebooknya, dengan nama “Ellen Carolina”,
Ellen tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma
(UWK) Surabaya. Tepatnya semester 7 jurusan akuntansi. Dia berasal dari
Jombang, tapi kos di Dukuh Kupang, Surabaya.
Usai dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian, jenazah Elen
langsung dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Beberapa rekan korban juga
telah dimintai keterangan sejumlah anggota Resmob Polres Mojokerto.
Terpisah, Kapolsek Trawas AKP Sukarni mengatakan, pihaknya
mengetahui setelah warga menghubungi polsek. Ellen ditemukan sudah dalam
keadaan tak bernyawa. Kakinya terikat dan ditubuh serta wajahnya ada sejumlah
luka lebam. Dugaan sementara korban tewas akibat penganiayaan, tapi sebab
pastinya kita masih dalami lagi, terangnya. “Kita belum berani menyimpulkan
meski banyak ditemukan luka di tubuh korban karena proses otopsi masih
berlangsung,” imbuhnya.
Meski begitu, pihaknya mengindikasi jika lokasi penemuan mayat
hanya sebagai pembuangan saja. Bukan menjadi lokasi pembunuhan korban. “Indikasi,
lokasi penemuan hanya sebagai lokasi pembuangan mayat saja meski saat ditemukan
kondisi mayat masih lemas. Jika memang dibunuh, diduga beberapa jam dari proses
pembunuhan, mayat dibuang di lokasi tersebut hingga akhirnya ditemukan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP I Gede Suartika
saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum berani memvonis apakah Ellen tewas
dibunuh. Untuk memastikan hal itu, pihaknya menunggu hasil visum dari rumah
sakit. “Selain visum, kita juga masih memeriksa saksi-saksi terkait
kasus ini,” kata Suartika dikonfirmasi secara terpisah, kemarin.
Saksi-saksi yang diperiksa itu, lanjut Suartika, berasal dari
warga Dusun Slepi yang menemukan, serta rekan kerja Ellen dari perusahannya.
Selan itu, beberapa rekan bisnis atau konsumen pembelian mobil juga akan
diperiksa sebatas saksi-saksi dulu.
Kenal dengan Pelaku
Sementara itu, dari hasil olah TKP, Polisi menduga Ellen Carolina
kenal dengan pembunuhnya. Ini berdasarkan sejumlah fakta yang ditemukan di
lapangan. Kanitreskrim Polsek Trawas Aiptu Umar menyimpulkan pelaku melakukan
pembunuhan itu secara tidak profesional. Luka-luka yang menyebabkan kematian
pun tidak melibatkan senjata tajam.
Apalagi uang dan perhiasan korban tidak ada yang hilang. “Uang
Rp306 ribu masih ada di kantong celananya dan kalung emas putih juga masih
dipakai korban,” kata Aiptu Umar.
Pembuangan mayat korban pun dinilai Aiptu Umar cukup ceroboh.
Dilakukan saat agak siang sekitar pukul 08.00 WIB di daerah yang cukup ramai
penduduk, sehingga banyak orang yang melihat sebuah mobil Xenia atau Avanza
warna putih membuang mayat perempuan itu. Sayang, tidak ada satupun warga yang
curiga dan mencatat nopol mobil itu.
Yang hilang hanya 2 HP dan sebuah Blackberry milik korban. Ketiga
gadget itu bernomor 081913123***, 082139229***, dan 081554448***. Blackberry
dengan PIN 28d17a** juga tidak ada bersama korban, diduga dibawa pelakunya.
Pada saku korban juga ditemukan karcis parkir KFC Mulyosari.
Setelah ditelusuri Polrestabes Surabaya, ditemukan sepeda motor Honda Revo
nopol S 4810 YZ milik korban yang memang diparkir di KFC Mulyosari.
SURABAYA (Pos Kota) – Perempuan diduga korban pembunuhan,
ditemukan di kawasan villa di Trawas Mojokerto, Jalan Paving Dusun Slepi, Desa
Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto Jumat (30/11). Ellen
Carolina karyawan Asco Daihatsu Karangpilang, Surabaya ditemukan tewas dengan
kondisi kaki terikat dan ada beberapa luka lebam serta mulut korban
mengeluarkan darah. Jasad korban masih segar, diperkirakan korban dibunuh pada
pagi harinya.
Yatno warga sekitar melihat ada mobil Xenia warna putih yang
disopiri seorang lelaki membuang jasad tersebut. “Tadi pagi saya melintas
dan melihat ada mobil putih mengeluarkan tubuh wanita lalu digeletakkan begitu
saja,” jelasnya, Jumat (30/11).
Selain sebagi karyawan terbaik, Ellen juga mahasiswa Universitas
Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya yang sedang bekerja di PT Asco Prima
Mobilindo. Teman kampus korban, Fani mengatakan, korban merupakan
mahasiswa UWK Fakultas Ekonomi Akuntasi semester 7. “Saya ketemu dia satu
minggu yang lalu di kampus, tapi kata teman-teman tadi malam dia masih terlihat
kuliah,” ungkapnya.
Masih kata Fani, korban dikenal sebagai gadis tertutup. Di mata
teman kampus korban, dikenal sebagai mahasiswa yang pintar. Bahkan, korban baru
mendapatkan prestasi sebagai karyawan terbaik di tempatnya bekerja PT Asco
Prima Mobilindo. “Kalau ada masalah kita tidak tahu. Saya tidak terlalu
dekat, dekat di kampus saja jadi di luar kampus jarang komukasi, paling juga
saat mengerjakan tugas kampus, kita selalu sama-sama.” jelasnya. Fani
menjelaskan, sebelumnya tidak ada tanda-tanda atau hal-hal yang mencurigakan.
Fani menduga, korban yang kos di kawasan Dukuh Kupang ini dibunuh lantaran
kepribadian korban yang dikenal pintar dan sebagai karyawan terbaik di
tempatnya bekerja.
Hingga kini, Satreskrim Polres Mojokerto sedang melakukan
identifikasi jenazah di ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar, Mojokerto untuk
mengetahui penyebab meninggalnya korban. Kapolsek Trawas, AKP Sukarni
mengatakan, di sekitar lokasi penemuan ditemukan kartu nama milik korban atas
nama, Ellen Carollina karyawan dealer Daihatsu. Setelah rekan korban dihubungi,
membenarkan jika korban karyawan daelar Daihatsu. “Dari mulai awal,
sudah ada informasi yang menyebutkan jika sebelum ditemukan mayat ada mobil
warna putih bolak-balik di sekitar lokasi. Namun warga tidak mengetahui jenis
mobil tersebut, hanya warnanya saja putih. Informasinya korban warga Jombang,”
jelasnya.
SURABAYA (Pos Kota) – Tim gabungan Ditreskrimum Polda Jatim
dan Sat Reskrim Polrestabes Surabaya tidak perlu waktu lama untuk mengungkap
kasus pembunuhan Ellen Carolina (22) warga Denanyar, Jombang. Dua
tersangka Erik alias Julianto (38) warga Surabaya dan Joko Selamet alias Jonggot
(28) warga Surabaya sudah diamankan polisi.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman saat di konfirmasi
terkait terungkapnya pelaku pembunuhan sales marketing ASCO cabang Karangpilang
ini membenarkan, jika pelaku sudah terungkap. “Benar, nanti lebih
detail akan direlease resmi, tim gabungan Polrestabes Surabaya dan Dit
Reskrimum Polda Jatim,” ujar AKBP Farman.
Seperti di beritakan sebelumnya, Ellen Carolina (22) warga
Denanyar, Jombang, mahasiswi UWKS dan karyawati PT Asco Prima Mobilindo Daihatsu
Cabang Karangpilang di temukan tewas di jalan paving Dusun Slepi, Desa
Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jumat (30/11). Saat ditemukan,
wanita yang tiap harinya tinggal di kawasan Dukuh Kupang Surabaya ini,masih
mengunakan seragam sales Executife PT Asco Prima Mobilindo Daihatsu.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban tewas akibat benturan
dengan benda tumpul. Di beberapa bagian tubuh korban juga di temukan beberapa
luka lebam-lebam bekas penganiyaan. Belum diketahui pasti motif pembunuhan
terhadap korban, Namun,dugaan sementara karena dendam. “Nanti saja
keterangan resminya.” kata Farman.

