Diancam Ditikam, Wanita Tionghoa Diperkosa Sopir Angkot di Berastagi

Sudah layak sekali bila hasrat para lelaki Fankui untuk bersetubuh dengan wanita Tionghoa ini dikatakan sebagai suatu kelainan fantasi seksual yang tidak wajar. Ini bisa dibuktikan dengan keinginan dan ambisi para Fankui bersenggama dengan Amoi berapapun usianya, bagi lelaki Fankui setiap jengkal tubuh mulus Amoi dinilai sebagai pemuas nafsu yang luar biasa, sekaligus bisa membuat mereka bangga mampu menaklukan Tionghoa dengan memprostitusi wanitanya.

Saya menemukan sebuah kisah nyata pemerkosaan terhadap seorang Amoi berusia agak tua yang dilakukan seorang Fankui supir angkot. Sepertinya ancaman asimilasi bagi para wanita Amoi bisa datang kapan saja, termasuk di tempat-tempat umum. Diharapkan cerita pemerkosaan ini sedikitnya bisa meningkatkan kewaspadaan para cie-cie mei-mei kita akan kecabulan lelaki Fankui, disarankan para Amoi tidak terlalu sering bepergian malam dan sendirian. Bahaya selalu mengancam nyawa kalian para Amoi bila tak waspada pada binatang-binatang biadab ras barbar ini, apalagi bila sampai terlibat hubungan percintaan dengan mereka. Jangan sesekali berspekulasi "tak semua Fankui jahat" dan lengah pada situasi yang membahayakan. Adapun inilah berita selengkapnya yang saya temukan di internet.


Rencana seorang ibu rumah tangga warga keturunan Tionghoa sebut saja Amoi (38) warga Medan yang menumpang angkot (angkutan kota) pulang ke rumahnya berakhir menjadi malapetaka. Pasalnya, korban diperkosa seorang sopir angkot di kawasan Berastagi.

Peristiwa memilukan itu berawal, Kamis (15/1) sore saat korban yang hendak pulang ke rumahnya menupang angkot dari Terminal Pinang Baris.

Awalnya sejumlah penumpang memadati angkot tersebut namun lambat laun para penumpang turun hingga tinggallah korban beserta sopir di angkot tersebut.

Entah kenapa, sopir angkot itu tiba-tiba melajukan angkot dengan kencang. Amoi pun menduga tujuan sopir tersebut agar ia secepatnya sampai ke tujuannya dengan cepat.

Namun dugaan Amoi meleset, sopir itu melajukan angkot itu ke kawasan Berastagi. Mengetahui tersangka akan berbuat jahat kepadanya, Amoi mengiba mohon ampun agar tidak diperlakukan senonoh.

Tentu saja sopir itu marah dan sambil membentak korban ia mengancam akan menikamnya. Malampun semakin larut, korban dibawa tersangka di tempat sunyi arah Berastagi.

Di sana Amoi diperkosa walaupun sambil berurai air mata korban mengiba agar tidak diperkosa. Namun dinginnya malam di kawasan tersebut dan melihat kemolekan tubuh Amoi, tersangka dengan deru nafas tak beraturan tetap memperkosa korban.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, korban diantar ke Medan dan diturunkan di kawasan Jalan Monginsidi Medan. Korban pun pulang ke rumahnya dan mengadukan peristiwa itu ke keluarganya serta ke Poltabes MS Jumat (15/1). Polisi masih mengusut kejadian itu.