Sungguh tragis nasib seorang Amoi jika sudah terlibat percintaan dengan seorang lelaki Fankui. Pada umumnya dengan bualan “true love” yang dilontarkan seorang lelaki Fankui pada Amoi muda yang masih labil akan membuat Amoi tersebut mencintai si Fankui tersebut secara membabi buta. Bahkan tak jarang lelaki Fankui sengaja menyetubuhi dan menghamili kekasih Amoi tersebut agar bisa “mengunci” Amoi tersebut tidak lepas dari sisinya. Bila sudah sedemikian terjebak asimilasi dengan lelaki Fankui, tak jarang seorang Amoi akan nekad bertindak brutal dan membangkan pada orang tua, bahkan lebih memilih aksi extrim bunuh diri ketimbang memutuskan hubungan asmara dengan lelaki Fankui. Sebut saja kasus berikut ini dimana seorang Amoi muda mahasiswi Universitas Pelita Harapan bernama Caroline yang nekad mengakhiri hidupnya sendiri akibat hubungan percintaannya dengan lelaki Fankui ditolak orang tuanya. Semoga dengan membaca kisah tragis ini bisa meningkatkan kewaspadaan para Amoi terhadap invasi para lelaki Fankui, tidak lagi ada Amoi muda yang mati sia-sia akibat terjebak hubungan asmara asimilasi dengan lelaki Fankui.
Mahasiswi UPH Nekat Terjun Dari Lantai 9 Kondominium
Tangerang (Pos Kota) – Motif Caroline Oktavianie Tamboto, mahasiswi semester 4 jurusan Bahasa Inggris Universitas Pelita Harapan (UPH) nekat mengakhiri hidupnya diduga karena kisah asmara dengan Hendra, tidak direstui oleh orangtuanya. Pasalnya, sebelum ditemukan tewas, gadis berkulit putih dikabarkan kabur bersama pacarnya selama tiga hari.
“Sebelum melompat, korban dikabarkan kabur bersama pacarnya, sehingga kedua orangtuanya yang tinggal di Karawang datang mencari anaknya. Ketika tiba di kondominium, orangtuanya menemukan anaknya tewas,” ungkap Kapolsek Kelapa Dua, AKP Bambang Hari Wibowo, Sik.
Dari keterangan pihak keluarga, mahasiswi semester 4 jurusan Bahasa Inggris tersebut diketahui sudah berpacaran dengan pria yang bernama Hendra. Keduanya menjalin hubungan sejak masih duduk di bangku SMP. Namun hubungan keduanya tidak direstui oleh orang tua Caroline Oktavianie Tamboto.
“Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban sudah berpacaran sejak SMP. Namun hubungan tersebut tidak direstui oleh orangtua korban,” kata kapolsek.
Diberitakan sebelumnya, mahasiswi UPH Karawaci Tangerang nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 9 Kondominium Golf Karawaci Town Richmond Jalan Jenderal Sudirman Boulevard 2000 Lippo Vilage, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Kamis (24/11) malam.
Caroline Oktavianie Tamboto (19) pertama kali ditemukan tewas oleh kedua orangtua, Albert Tamboto (45) dan Ny Nana Soekamto (43) yang saat itu sedang mencari putrid bungsunya. Melihat putri keduanya tewas, kedua orangtuanya kemudian menghubungi Polsek Kelapa Dua. Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah TKP.
Caroline Oktavianie Tamboto ditemukan tewas dengan luka di bagian kepala. Setelah di otopsi, jenazah gadis manis tersebut kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke rumahnya di Jalan Kenanga, No 16, RT 08/12, Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat. Jumat (25/11) pagi.
Kapolsek Kelapa Dua, AKP Bambang Hari Wibowo, Sik mengatakan, peristiwa tersebut murni bunuh diri. Dari hasil olah TKP tidak ditemukan luka-luka bekas penganiayaan. Hal tersebut dikuatkan dari sejumlah saksi yang melihat korban nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari balkon lantai 9 Kondomium yang disewa oleh korban. “Ini murni bunuh diri. Ada saksi yang melihat korban nekat melompat dari balkon belakang kondominium korban,” ungkap Bambang.
Caroline Loncat karena Takut Orangtua Marah Soal Kabur Sama Pacar
Jakarta (Detik News) – Penyebab Caroline Oktavianie Tamboto meloncat dari lantai 9 Kondominium Golf Karawaci Town Richmond mulai terkuak. Gadis 19 tahun itu rupanya ketakutan karena ketahuan kabur dengan pacar selama tiga hari.
“Korban memang sejak SMP menjalin hubungan dengan pacarnya secara backstreet. Sebelum terjun, dia sempat kabur dengan pacarnya selama 3 hari,” ujar Kapolsek Kelapa Dua, AKP Bambang Hari Wibowo saat ditemui di kantornya, Jumat (25/11/2011).
Menurut Bambang, sebelum terjun, Caroline mengetahui ibunya telah menunggu di apartemen. Ibunya telah mengetahui soal kaburnya Caroline bersama sang pacar, Hendra, yang kini bekerja di Auto 2000.
“Korban ketakutan dimarahi, akhirnya lompat dari lantai 9,” katanya.
Hasil olah TKP petugas Polres Metro Kabupaten Tangerang, diketahui terdapat luka pada bagian kepala dan tulang kaki Caroline patah.
“Itu karena lompat dari lantai 9. Kami tidak mendapati indikasi lain. Luka korban murni karena lompat,” katanya.
Keluarga korban merupakan warga Jalan Kenanga No 16 RT 8/12, Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Tangerang. Ibunda korban bernama Nana Soekamto (43) dan ayahnya bernama Albert Tamboto (45). Korban saat ini berstatus sebagai mahasiswi UPH, jurusan Bahasa Inggris semester 4.
“Korban tinggal di apartemen bersama temannya. Keluarganya tinggal di Karawang. KTP korban juga di Karawang,” katanya.





