Peristiwa biadab persekusi pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan lelaki ras Fankui pada wanita Amoi Tionghoa tidak saja hanya terjadi di Indonesia. Ternyata aksi biadab lelaki Fankui yang umumnya bejat pun terjadi di negara tetangga Malaysia. Inilah bukti perilaku sex tak wajar ini melekat pada setiap insan Fankui, baik warga negara manapun, bahkan agama dan ideologi apapun yang diadopsi Fankui. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh sifat dasar bawaan genetik Fankui.
Nama “Canny Ong” mungkin tidak familiar di telinga kita, namun kisah tragis yang menimpa gadis Amoi Malaysia ini patut menjadi inspirasi dan pelajaran berharga juga bagi para Amoi di Indonesia, terutama untuk mengetahui wajah asli lelaki Fankui yang selama ini selalu berupaya melakukan hasutan asimilasi kawin campur untuk bisa merealisasikan fantasi tak wajar mereka bersenggama dengan wanita Amoi. Karena sulit untuk merealisasikan senggama dengan wanita Amoi lewat pendekatan halus, maka sering pula para Fankui melakukan tindak pemerkosaan untuk bisa menikmati keperawanan wanita Amoi. Bahaya selalu mengancam nyawa kalian para Amoi bila tak waspada pada binatang-binatang biadab ras barbar ini, apalagi bila sampai terlibat hubungan percintaan dengan mereka. Jangan sesekali berspekulasi “tak semua Fankui jahat” dan lengah pada situasi yang membahayakan. Adapun inilah kronologis berita yang saya temukan di internet.
Kejadianya pada hari Jumat tanggal 13 Juni 2008. Malam itu Canny diculik tiga orang lelaki Fankui ketika hendak menuju mobilnya yang berada di parkiran sebuah Mall. Empat hari kemudian jenazahnya ditemukan dalam keadaan gosong di sebuah gedung yang berada 3 mil dari tempatnya di culik di parkiran mobil. Di-identifikasi bahwa Canny disiksa, diperkosa, ditikam, dan tubuhnya dibakar. Sebab utama tragedi ini hanya karena Amoi naas terlihat sangat cantik, segar, dan langsing ketika dilihat oleh mata cabul sang pembunuh Fankui. Pada malam naas itu Canny meninggalkan ibu dan temanya di mesin bayar otomatis, kemudian menuju parkiran mobil sendirian untuk mengambil tiket parkir. Pada saat itu ada 3 orang lelaki Fankui yang sudah mengintipnya. Kemudian menagkapnya dan mendorongnya msauk ke dalam mobil. Lalu mobilnya dilarikan.
Pembunuh Fankui ini sekarang sudah di tangkap dan akan di jatuhi hukuman mati di gantung, setelah pengadilan tinggi mahkamah Malaysia menolak kasasinya. Sekalipun kejahatan Fankui di negeri jiran itu tetaplah biadab seperti kasus-kasus di Indonesia, namun setidaknya hukum di Malaysia lebih adil daripada hukum di Indonesia yang jelas-jelas mendiskriminasi Tionghoa, bahkan hampir semua kasus pemerkosaan dan pembunuhan pada wanita Amoi tidak dituntaskan, ataupun si pembunuh Fankui tidak mendapat hukuman yang setimpal.
Kini Canny Ong telah tiada, Amoi cantik sarjana teknologi ini telah meniggalkan orang-orang yang mencintainya. Buat para wanita Amoi lainnya, harap waspadalah selalu akan kejahatan lelaki Fankui. Sebaiknya bila keluar jangan sampai sendirian, sebab diluar sana masih banyak lelaki Fankui jahanam yang berkeliaran. Mereka sangat menginginkan kenimatan menyetubuhi wanita Amoi yang berkulit mulus dan bertampang imut. Kisah nyata kejahatan lelaki ras Fankui harus dipublish di media, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan para cie-cie mei-mei kita akan kecabulan lelaki Fankui.





